Ranting Talun - Rejoso - Nganjuk
"Tiada Kemenangan Kecuali dengan Pertolongan Allah"
(Gus Sopek)
"Sebuah catatan perjuangan membentengi ulama dan menjaga marwah santri di bumi Talun."
Gerak langkah ini bermula dari halaman Masjid Al-Huda Rejoso. Di sanalah kawah candradimuka pertama dibuka, dilatih langsung oleh beliau Gus Latif, seorang pendekar pilih tanding yang diutus langsung dari Lirboyo Kediri untuk menggembleng mental dan fisik santri Nganjuk.
Ada sebuah kisah yang menggetarkan hati jika dikenang. Kala itu, semangat para santri begitu membara menembus keterbatasan. Setiap jadwal latihan tiba, para santri Talun dan Rejoso dengan takdzim melakukan penjemputan Gus Latif di Terminal Nganjuk.
Bukan dengan mobil mewah, melainkan dengan iring-iringan Sepeda Ontel. Peluh keringat mengayuh pedal puluhan kilometer menjadi saksi bisu khidmah (pengabdian) murid kepada guru, sebuah tirakat yang menjadi pondasi kokohnya Pagar Nusa di wilayah ini.
Karena antusiasme santri yang luar biasa membludak, satu lokasi tak lagi cukup. Akhirnya latihan dipecah menjadi dua basis terpisah: Rejoso dan Talun.
Seiring berjalannya waktu, latihan di titik Rejoso mengalami penurunan intensitas. Namun hikmah Allah berkata lain, semangat juang para santri justru terkonsentrasi dan meledak di Talun. Di sinilah benih GASMI tumbuh subur, santri semakin ramai, dan menjadikan Ranting Talun sebagai pusat kaderisasi yang masif hingga saat ini.
Bumi Talun pernah mendapatkan keberkahan luar biasa. Almaghfurlah KH. M. Abdullah Maksum Jauhari (Gus Maksum), Pendiri Pagar Nusa, tercatat beberapa kali rawuh (hadir) secara fisik di Desa Talun. Kehadiran beliau menancapkan paku spiritual yang membuat Pagar Nusa Talun tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga memiliki sanad ruhani yang tersambung langsung ke Lirboyo.